Jamarat Lengang di Siang Hari, Jemaah Haji RI Patuh Aturan Pemerintah

Jakarta

Kondisi area melontar jumrah (Jamarat) dilaporkan lengang pada hari kedua pelaksanaan Lempar Jumrah, Kamis (28/5). Situasi kondusif ini tercipta seiring tingginya tingkat kepatuhan jemaah haji Indonesia terhadap regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait pembatasan waktu melontar.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan aturan ketat yang melarang jemaah untuk keluar dari tenda maupun melakukan aktivitas jumrah di Jamarat pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat. Larangan ini diberlakukan demi keselamatan jemaah mengingat tingginya risiko cuaca ekstrem pada rentang waktu tersebut.

Kasatops Armuzna, Surnadi, mengonfirmasi bahwa pantauan di lapangan menunjukkan area Jamarat sangat sepi dari pergerakan jemaah Indonesia pada jam-jam terlarang tersebut. Jemaah dinilai telah memahami urgensi dari aturan ini untuk meminimalisasi risiko gangguan kesehatan yang fatal di tengah cuaca panas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Situasi di Jamarat saat ini lenggang, karena ada pemerintah mengeluarkan aturan yaitu, di pukul 10.00 sampai dengan 14.00, diharapkan para jemaah tidak boleh keluar dari tenda, atau tidak boleh melaksanakan jumrah . Sehingga untuk mengurangi permasalahan-permasalahan yang apabila dilaksanakan, kemudian ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti headstroke, pingsan dan lain sebagainya,” ujar Surnadi.

Hingga menjelang siang hari, kepatuhan jemaah haji Indonesia dinilai sangat matang. Berdasarkan pantauan langsung dari pos petugas pada pukul 10.58 WAS jemaah secara disiplin memilih tetap tinggal di dalam tenda masing-masing di Mina dan menahan diri untuk tidak menuju ke Jamarat.

“Alhamdulillah, untuk para jemaah tahun ini, kita lihat sendiri, di pukul 10.58 WAS. Alhamdulillah jemaah Indonesia sudah mau mengikuti saran-saran atau aturan-aturan yang dikeluarkan dari pemerintah kita,” lanjut Surnadi.

Sebagai alternatif aman, pihak otoritas mengimbau jemaah untuk memanfaatkan waktu di sore hari ketika cuaca sudah mulai teduh. Jemaah disarankan mulai bergerak menuju Jamarat pada pukul 16.00 atau 16.30 WAS ke atas. Selain mematuhi jadwal, jemaah juga diminta untuk tetap waspada terhadap dehidrasi dengan selalu menyiapkan logistik pribadi selama perjalanan.

“Untuk itu, kita mengimbau para jemaah Indonesia, apabila mau keluar jumrah, di pukul 16.30 sampai 16.00 ke sana, itu jangan lupa membawa air, minum, untuk pada saat kita haus langsung minum, demikian,” tambahnya.

Sinergi dan kepatuhan ini diharapkan dapat terus terjaga hingga seluruh rangkaian puncak ibadah haji selesai. Dengan tertibnya jemaah dalam mengatur waktu dan mengikuti instruksi dari pimpinan serta petugas di lapangan, pelaksanaan ibadah tahun ini diharapkan dapat berjalan dengan aman, nyaman, sekaligus mengantarkan jemaah meraih predikat haji yang mabrur.

(lus/lus)

Tinggalkan komentar